Akhir Pengabdian Endah Prastiwi di PA Sentani: Wariskan Nilai Dedikasi dan Pelayanan Tanpa Batas
Purnabakti Sekretaris PA Sentani Endah Prastiwi: Potret Dedikasi dan Pelayanan Tanpa Batas

SENTANI — Pengadilan Agama (PA) Sentani menggelar acara pengantar purnabakti yang penuh haru untuk melepas salah satu srikandi terbaiknya, Endah Prastiwi Sumiarsih. Kegiatan pelepasan pejabat yang menduduki kursi Sekretaris PA Sentani ini dilangsungkan dengan khidmat di Aula Pengadilan Agama Sentani pada pukul 11.00 WIT. Acara ini bukan sekadar perpisahan seremonial belaka, melainkan sebuah penghormatan paripurna atas rekam jejak seorang abdi negara yang selama 32 tahun 3 bulan selalu konsisten menjunjung tinggi prinsip dedikasi dan pengabdian tanpa batas.
Masa pengabdian Endah Prastiwi di Pengadilan Agama Sentani terukir mulai 3 Januari 2023 hingga ia secara resmi memasuki masa purnatugas pada 1 Juni 2026. Menjabat sebagai pucuk pimpinan di bidang kesekretariatan, beliau menjadikan periode penutup kariernya ini sebagai manifestasi dari dedikasi sejati. Selama lebih dari tiga tahun di PA Sentani, Endah dikenal luas sebagai figur pemimpin tangguh yang tak kenal lelah dalam menghadirkan pelayanan prima, memastikan roda administrasi peradilan berjalan optimal, dan menjadi motor penggerak bagi seluruh aparatur.
Perjalanan hidup perempuan inspiratif ini bermula di Kota Malang, tempat ia dilahirkan pada tanggal 19 Mei 1968. Meskipun lahir di Jawa Timur, proses pendewasaan dan penempaan karakter Endah tumbuh subur di tanah Papua. Hal tersebut dibuktikan dengan riwayat pendidikan dasarnya yang dihabiskan di SD Inpres Kotaraja, kemudian dilanjutkan ke jenjang menengah di SMP Muhammadiyah Yapis Abepura, hingga menamatkan pendidikan menengah atas di SMAN 1 Jayapura.
Semangatnya untuk terus meningkatkan kualitas diri dan institusi tak pernah padam, yang dibuktikan dengan keberhasilannya meraih gelar strata satu dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Umel Mandiri Jayapura pada tahun 2012. Jauh sebelum menuntaskan pendidikan tingginya tersebut, langkah pengabdian panjang Endah di dunia peradilan telah dimulai. Tepat pada tahun 1994, ia merintis karier benar-benar dari bawah sebagai staf di Pengadilan Agama Jayapura, sebuah masa pembentukan yang menempanya menjadi pelayan masyarakat yang memiliki jiwa pekerja keras.
Berkat etos kerja, integritas tinggi, dan sederet catatan prestasi gemilang yang ditorehkannya, karier Endah terus merangkak naik secara pasti menuju jabatan-jabatan yang lebih strategis. Kepercayaan pimpinan Mahkamah Agung mengantarkannya pada promosi penting pada bulan Juli 2013. Saat itu, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubbag) di Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jayapura, sebuah posisi di tingkat banding yang dipertahankannya dengan penuh dedikasi hingga tahun 2019.
Setelah enam tahun berkontribusi maksimal di tingkat banding, pada tahun 2019 Endah kembali ditugaskan di Pengadilan Agama Jayapura untuk membenahi dan memperkuat kinerja aparatur. Kematangannya dalam memimpin dan mengelola tata usaha peradilan berbuah manis, di mana pada tahun 2023 ia menerima mandat baru yang sekaligus menjadi puncak karier pengabdiannya. Ia dilantik sebagai Sekretaris Pengadilan Agama Sentani, membawa semangat pelayanan tanpa batas yang terus ia buktikan hingga detik-detik terakhir masa jabatannya.
Suasana haru biru dan rasa bangga yang mendalam menyelimuti Aula Pengadilan Agama Sentani tepat pukul 11.00 WIT, saat jajaran pimpinan, hakim, serta seluruh pegawai melepas kepergian sang sekretaris. Linangan air mata perpisahan mengiringi prosesi penyerahan cenderamata sebagai simbol terima kasih institusi atas keringat dan pemikiran yang telah didarmabaktikan. Rentang waktu 32 tahun 3 bulan bukanlah waktu yang singkat; angka itu adalah wujud pengorbanan hidup yang diwakafkan secara murni untuk kemajuan lembaga peradilan agama di timur Indonesia.
Kini, meski kewajiban formal Endah Prastiwi Sumiarsih di Pengadilan Agama Sentani telah purna terhitung 1 Juni 2026, jejak langkah dan keteladanannya dipastikan tidak akan terhapus oleh waktu. Nilai-nilai keluhuran tentang dedikasi dan pengabdian tanpa batas yang selalu ia tanamkan telah mengakar kuat menjadi warisan berharga bagi generasi aparatur peradilan penerusnya. Purnabakti pada akhirnya hanyalah garis akhir dari sebuah status kepegawaian, namun semangat pengabdian Ibu Endah akan terus menyala dan menginspirasi perjalanan Pengadilan Agama Sentani ke depannya.

