Pimpin Apel Pagi, Hakim Pengadilan Agama Sentani Ingatkan Pentingnya Integritas dan Disiplin Kerja
Pimpin Apel Pagi, Hakim Pengadilan Agama Sentani Ingatkan Pentingnya Integritas dan Disiplin Kerja

SENTANI — Mengawali pekan pertama di bulan Mei, seluruh jajaran aparatur Pengadilan Agama Sentani kembali menggelar kegiatan apel pagi rutin pada Senin (4/5/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat di halaman kantor Pengadilan Agama Sentani ini tidak sekadar menjadi rutinitas kedisiplinan, melainkan wadah konsolidasi moral guna memperkuat komitmen pelayanan prima kepada masyarakat. Bertindak selaku Pembina Apel pada kesempatan tersebut adalah Hakim Pengadilan Agama Sentani, Ikbal Fahri Hasan.
Rangkaian apel pagi diawali dengan prosesi baris-berbaris yang tertib, dilanjutkan dengan pengucapan bersama 8 (delapan) Nilai Utama Mahkamah Agung Republik Indonesia. Gema lantang seluruh peserta apel saat melafalkan nilai kemandirian, integritas, kejujuran, akuntabilitas, responsibilitas, keterbukaan, ketidakberpihakan, dan perlakuan yang sama di hadapan hukum, menjadi pengingat akan fondasi dasar bagi setiap pegawai dalam menjalankan tugas-tugas peradilan.
Setelah pengucapan nilai-nilai utama tersebut, kegiatan apel dilanjutkan dengan pelafalan 12 Budaya Malu aparatur peradilan. Pengucapan ikrar ini menjadi bentuk introspeksi diri sekaligus deklarasi komitmen bersama untuk menjauhi segala bentuk kelalaian, kemalasan, dan perilaku indisipliner di lingkungan kerja. Budaya malu ini diharapkan tidak hanya berhenti di lisan, namun benar-benar terinternalisasi dalam tindak-tanduk keseharian seluruh pegawai Pengadilan Agama Sentani.
Memasuki agenda inti, Hakim Ikbal Fahri Hasan selaku Pembina Apel menyampaikan amanat yang menggugah semangat kinerja para aparatur yang hadir. Dalam arahannya, beliau menekankan esensi pentingnya sikap profesionalisme dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam setiap lini pekerjaan. Menurutnya, dedikasi yang profesional merupakan wujud nyata pengabdian aparatur negara, di mana setiap tugas yang diemban harus diselesaikan dengan tuntas dan berkualitas.
Lebih lanjut, Ikbal Fahri Hasan menegaskan bahwa profesionalisme tersebut harus senantiasa dibalut dengan nilai integritas yang kokoh dan tidak tergoyahkan. Beliau mengingatkan bahwa hal ini sangat selaras dengan fokus utama Mahkamah Agung RI saat ini, yaitu untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik, adil, dan transparan. Oleh karena itu, setiap pegawai dituntut untuk menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam melayani masyarakat pencari keadilan.
Sejalan dengan amanat pembinaan tersebut, Ketua Pengadilan Agama Sentani, Nur Ali Renhoat turut mengambil momen untuk memberikan arahan tambahan guna mempertegas komitmen institusi. Beliau menggarisbawahi pentingnya menumbuhkan kepedulian melalui budaya saling mengingatkan antar sesama pegawai. Kolaborasi dan sinergi yang baik diyakini akan menciptakan iklim kerja yang sehat, di mana setiap individu dapat saling menjaga agar keprofesionalitasan kerja tetap berada pada jalurnya.
Dalam penekanannya yang paling krusial, Ketua Pengadilan Agama Sentani mewanti-wanti seluruh jajarannya untuk secara tegas menghindari segala bentuk pelayanan yang bersifat "transaksional". Peringatan keras ini merupakan langkah preventif institusi guna memberantas praktik-praktik menyimpang yang dapat mencederai marwah lembaga peradilan. Beliau memastikan bahwa Pengadilan Agama Sentani berkomitmen penuh untuk mewujudkan zona integritas yang bersih dalam memberikan pelayanan tanpa pamrih.
Rangkaian kegiatan apel pagi yang penuh dengan muatan pembinaan moral dan penegasan integritas tersebut akhirnya ditutup dengan pembacaan doa bersama. Melalui doa yang dipanjatkan dengan khusyuk, seluruh aparatur Pengadilan Agama Sentani memohon rida, kelancaran, serta keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan rutinitas dan amanah pelayanan. Apel pun dibubarkan, dan para pegawai kembali ke pos tugas masing-masing dengan membawa semangat pembaruan untuk sepekan ke depan.

