Menuju Peradilan Modern, PTA Jayapura Bahas Strategi Transformasi Hukum Digital
Menuju Peradilan Modern, PTA Jayapura Bahas Strategi Transformasi Hukum Digital

JAYAPURA – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jayapura secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) tahunan yang melibatkan seluruh pimpinan Pengadilan Agama dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah Papua. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Hotel Horison Ultima Entrop, Jayapura, yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Rabu, 8 April hingga Jumat, 10 April 2026.
Mengusung tema "Mewujudkan Peradilan Agama yang Unggul di Era Digitalisasi dan Transformasi Hukum," pertemuan ini menjadi momentum penting bagi instansi peradilan di bawah naungan PTA Jayapura untuk menyamakan persepsi. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan seluruh satuan kerja mampu beradaptasi dengan perubahan regulasi serta pemanfaatan teknologi informasi dalam memberikan layanan hukum.
Peserta yang hadir terdiri dari para Ketua, Panitera, dan Sekretaris dari satuan kerja Pengadilan Agama tingkat pertama. Kehadiran mereka bertujuan untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja tahun berjalan serta menyusun langkah-langkah solutif atas kendala teknis maupun administratif yang sering dihadapi di lapangan, terutama dalam konteks geografis Papua yang menantang.
Dalam sambutan pembukaannya, pimpinan PTA Jayapura menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar inovasi tambahan, melainkan jantung dari pelayanan publik modern. Transformasi hukum yang sedang berlangsung menuntut setiap aparatur peradilan untuk meninggalkan cara-cara konvensional yang lamban dan beralih ke sistem yang lebih cepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Agenda utama dalam rakor ini mencakup penguatan implementasi e-court dan e-litigasi sebagai instrumen utama dalam menekan biaya perkara dan mempersingkat waktu persidangan. Dengan sistem elektronik yang mumpuni, masyarakat pencari keadilan diharapkan dapat mengakses layanan hukum tanpa harus terbebani oleh jarak dan waktu, sejalan dengan asas peradilan yang sederhana, cepat, dan berbiaya ringan.
Selain aspek teknologi, rapat ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi transformasi hukum nasional. Diskusi panel yang digelar selama acara berlangsung banyak membahas mengenai pembaruan aturan-aturan hukum materiil maupun formil, agar putusan yang dihasilkan oleh hakim tetap berkualitas dan memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat.
Sisi integritas juga menjadi poin krusial yang dibahas di Hotel Horison Ultima Entrop tersebut. Seluruh jajaran diingatkan kembali mengenai komitmen pembangunan Zona Integritas guna meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), di mana teknologi digital menjadi alat utama untuk meminimalisir adanya praktik pungutan liar dan gratifikasi.
Sebagai penutup, rapat koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan kebijakan strategis yang konkret untuk diimplementasikan oleh seluruh Pengadilan Agama sewilayah PTA Jayapura. Melalui sinergi yang kuat dan pemanfaatan teknologi yang tepat sasaran, PTA Jayapura optimis dapat mewujudkan peradilan agama yang modern, unggul, dan tepercaya di ufuk timur Indonesia.

