Resmi Emban Amanah Baru, Dr. H. Amam Fakhrur, S.H., M.H. Pamit dari PTA Jayapura Menuju PTA Bangka Belitung
Resmi Emban Amanah Baru, Dr. H. Amam Fakhrur, S.H., M.H. Pamit dari PTA Jayapura Menuju PTA Bangka Belitung

JAYAPURA – Suasana khidmat menyelimuti Aula Utama Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jayapura pada senin 2 Februari 2026. Agenda pembinaan sekaligus pengantar alih tugas Wakil Ketua PTA Jayapura Dr. H. Amam Fakhur, S.H., M.H. menjadi momen penuh haru sekaligus kebanggaan. Beliau secara resmi berpindah tugas untuk mengemban amanah baru sebagai Wakil Ketua PTA Bangka Belitung. Acara ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan bentuk apresiasi atas dedikasi tinggi yang telah dicurahkan selama masa bakti di Pengadilan Tinggi Agama Jayapura.
Perjalanan karier di dunia peradilan agama menuntut kesiapan untuk mengabdi di mana saja, dan perpindahan ini merupakan bagian dari mutasi rutin Mahkamah Agung guna penyegaran organisasi. Dalam sambutannya, Ketua PTA Jayapura menekankan bahwa alih tugas ini adalah pengakuan atas prestasi kerja yang dinilai mampu membawa perubahan positif. Beliau dipandang sukses mengawal berbagai inovasi pelayanan publik dan kedisiplinan aparatur selama bertugas di Papua, yang kini menjadi modal berharga untuk dibawa ke Bangka Belitung.
Momentum ini juga diisi dengan pembinaan terakhir bagi seluruh aparatur pengadilan di wilayah hukum PTA Jayapura. Dalam pesan pesannya beliau mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme sebagai pilar utama dalam memberikan keadilan bagi masyarakat. "Perpisahan hanyalah jarak secara geografis, namun semangat untuk memajukan peradilan agama harus tetap menyatu dalam satu napas pengabdian,".
Prosesi pengantar alih tugas berlangsung hangat dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan terakhir. Tangis haru dan senyum bangga mewarnai wajah para pegawai yang selama ini merasa terbimbing oleh kepemimpinan beliau yang humanis namun tetap disiplin. Banyak yang merasa kehilangan sosok mentor, namun di saat yang sama, doa-doa terbaik dipanjatkan agar beliau mampu meraih kesuksesan yang lebih besar di Negeri Serumpun Sebalai, Bangka Belitung.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan jabat tangan hangat sebagai simbol pelepasan yang penuh rasa kekeluargaan. Dengan berakhirnya kegiatan ini, tongkat estafet perjuangan di PTA Jayapura terus berlanjut, sementara langkah baru bagi beliau telah menanti di ufuk barat Indonesia. Semangat transformasi yang beliau tanamkan di ujung timur diharapkan akan terus tumbuh dan berbuah manis demi kejayaan institusi peradilan agama di seluruh pelosok negeri.

